Sabtu, 07 April 2012

apa itu OTAKU ?

Otaku
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Otaku (おたく?) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi atau kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa Jepang baku, setara dengan kata "Anda" dalam bahasa Indonesia.

Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Etimologi
2 Sejarah
3 Generasi otaku di Jepang
4 Pranala luar

[sunting] Etimologi

Istilah otaku kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku (お宅 Anda?) yang merupakan bentuk paling sopan untuk kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang. Pada perkembangan selanjutnya, istilah otaku ditulis dengan aksara katakana otaku (オタク?) atau wotaku (ヲタク?) untuk membedakan istilah slang dengan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang baku.
[sunting] Sejarah
Distrik Akihabara tempat otaku berkumpul

Di awal dekade 1980-an sudah ada istilah slang bernada sumbang byōki (ビョーキ "sakit"?) yang ditujukan kepada penggemar berat lolicon, manga dan dōjin manga. Istilah byōki sudah sering muncul dalam dōjinshi sampai ke anime dengan peran utama anak perempuan seperti Minky Momo.

Istilah otaku pertama kali diperkenalkan oleh kolumnis Nakamori Akio dalam artikel “Otaku”no Kenkyū (おたくの研究 Penelitian tentang Otaku?)[1] yang dimuat majalah Manga Burikko. Dalam artikel yang dimuat bersambung dari bulan Juni hingga Desember 1983, istilah otaku digunakan untuk menyebut penggemar berat subkultur seperti anime dan manga.

Pada waktu itu, masyarakat umum sama sekali belum mengenal istilah otaku. Media massa yang pertama kali menggunakan istilah otaku adalah radio Nippon Broadcasting System yang mengangkat segmen Otakuzoku no jittai (おたく族の実態 situasi kalangan otaku?) pada acara radio Young Paradise. Istilah Otakuzoku (secara harafiah: suku Otaku) digunakan untuk menyebut kalangan otaku, mengikuti sebutan yang sudah ada untuk kelompok anak muda yang memakai akhiran kata "zoku," seperti Bōsōzoku dan Takenokozoku.

Pada perkembangan selanjutnya, sebutan otaku digunakan untuk pria lajang yang mempunyai hobi anime, manga, idol, permainan video, dan komputer pribadi tanpa mengenal batasan umur. Istilah otaku juga banyak dipakai untuk menyebut wanita lajang atau wanita sudah menikah yang membentuk kelompok sedikit bersifat "cult" berdasarkan persamaan hobi. Kalangan yang berusia 50 tahun ke atas yang merupakan penggemar berat high culture atau terus mengejar prestasi di bidang akademis jarang sekali dan hampir tidak pernah disebut otaku.

Istilah "otaku" dalam arti sempit awalnya hanya digunakan di antara orang-orang yang memiliki hobi sejenis yang membentuk kalangan terbatas seperti penerbitan Dōjinshi. Belakangan ini, istilah otaku dalam arti luas sering dapat mempunyai konotasi negatif atau positif bergantung pada situasi dan orang yang menggunakannya. Istilah otaku secara negatif digunakan untuk penggemar fanatik suatu subkultur yang letak bagusnya tidak bisa dimengerti masyarakat umum, atau orang yang kurang mampu berkomunikasi dan sering tidak mau bergaul dengan orang lain. Otaku secara positif digunakan untuk menyebut orang yang sangat mendalami suatu bidang hingga mendetil, dibarengi tingkat pengetahuan yang sangat tinggi hingga mencapai tingkat pakar dalam bidang tersebut.

Sebelum istilah otaku menjadi populer di Jepang, sudah ada orang yang disebut "mania" karena hanya menekuni sesuatu dan tidak mempunyai minat pada kehidupan sehari-hari yang biasa dilakukan orang. Di Jepang, istilah otaku sering digunakan di luar konteks penggemar berat anime atau manga untuk menggantikan istilah mania, sehingga ada istilah Game-otaku, Gundam-otaku (otaku mengenai robot Gundam), Gunji-otaku (otaku bidang militer), Pasokon-otaku (otaku komputer), Tetsudō-otaku (otaku kereta api alias Tecchan), Morning Musume-otaku (otaku Morning Musume alias Mō-ota), Jani-ota (otaku penyanyi keren yang tergabung dalam Johnny & Associates).

Secara derogatif, istilah otaku banyak digunakan orang sebagai sebutan bagi "laki-laki dengan kebiasaan aneh dan tidak dimengerti masyarakat umum," tanpa memandang orang tersebut menekuni suatu hobi atau tidak. Anak perempuan di Jepang sering menggunakan istilah otaku untuk anak laki-laki yang tidak populer di kalangan anak perempuan, tapi sebaliknya istilah ini tidak pernah digunakan untuk perempuan. Berhubung istilah otaku sering digunakan dalam konteks yang menyinggung perasaan, penggunaan istilah otaku sering dikritik sebagai praduga atau perlakuan diskriminasi terhadap seseorang.

Otaku juga identik dengan sebutan Akiba Kei yang digunakan untuk laki-laki yang berselera buruk dalam soal berpakaian. Sebutan Akiba Kei berasal dari gaya berpakaian laki-laki yang lebih suka mengeluarkan uang untuk keperluan hobi di distrik Akihabara, Tokyo daripada membeli baju yang sedang tren. Sebutan lain yang kurang umum untuk Akiba-Kei adalah A-Boy atau A-Kei, mengikuti istilah B-Boy (B-Kei atau B-Kaji) yang sudah lebih dulu ada untuk orang yang meniru penampilan penyanyi hip-hop berkulit hitam.
[sunting] Generasi otaku di Jepang

Otaku generasi pertama (kelahiran paruh pertama tahun 1960-an)

Otaku generasi pertama dibesarkan sebagai penggemar fiksi sains di saat masyarakat umum masih mengganggap anime sebagai konsumsi anak-anak. Gekiga yang dimaksudkan sebagai bacaan orang dewasa lalu mulai dikenal secara luas. Otaku generasi pertama juga mulai ikut-ikutan membaca Gekiga. Di Jepang, generasi kelahiran tahun 1960-an disebut generasi Shinjinrui (Generation X) yang sewaktu kecil takjub dengan monster yang bisa berubah bentuk dan menyenangi Tokusatsu.

Otaku generasi II (kelahiran sekitar tahun 1970-an)

Di masa kecil membaca Space Battleship Yamato, Mobile Suit Gundam yang nantinya menjadi bekal penting untuk menjadi otaku. Masyarakat Jepang mulai menerima kehadiran otaku. Sebagian otaku generasi II tidak bisa membedakan antara dunia fiksi sains dengan alam nyata, misalnya Gundam-otaku (Gun-ota). Permainan video dekade 1980-an juga menjadi kegemaran otaku generasi II. Pada saat yang sama, masyarakat mulai menaruh praduga terhadap otaku akibat kasus pembunuhan heboh dengan pelaku seorang otaku. Di kalangan anak sebaya, otaku mulai mendapat perlakuan diskriminasi.

Otaku generasi III (kelahiran sekitar tahun 1980-an)

Di masa kecil membaca Neon Genesis Evangelion, otaku generasi III sekarang menjadi inti gerakan Sekai Kei. Anak-anak dari otaku generasi I mulai menjadi otaku sehingga citra negatif otaku semakin berkurang dan otaku hanya dianggap sebagai salah satu hobi. Di kalangan otaku generasi III, kecenderungan Moé sudah menjadi istilah yang disepakati bersama, sekaligus sebagai prinsip dan tujuan. Otaku generasi III makin tenggelam di dalam dunia yang digambarkan manga, dan bahkan sampai menyenangi high culture yang ada di dalamnya.

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Otaku

history of J-pop

about japanese

Rabu, 07 Januari 2009
Sejarah j-pop


APA sih beda J-pop dan J-rock dengan jenis musik pop dan rock lain, selain bahasa yang digunakannya? Bedanya mungkin tak kentara kalau didengar sekilas. Baru setelah didengar lebih serius, bedanya akan terasa.

Sejarah J-pop alias Japanese Popular Music di mulai pascaperang dunia II ketika penyanyi wanita bernama Hibari Misowa tampil menapaki dunia musik pop Jepang. Pada awalnya J-pop merupakan imitasi dari musik pop Barat. Karena karakternya yang uniklah, J-pop sudah bisa dianggap sebagai musik yang berbeda dengan jenis musik pop atau rock lainya. J-pop sendiri bisa dibedakan dalam beberapa kategori seperti techno, R&B, rap, dan dance.

Format band/group memang tidak sepopuler artis-artis solonya dalam dunia musik J-pop. Tapi kehadiran Smap dan Shonen Knife yang berformat group turut mendorong perkembangan J-pop, setidaknya itu yang dikatakan Steve McClure dalam bukunya “Nippon Pop” yang terbit tahun 1998.

J-pop belum dikenal di dunia internasional sampai Namie Amuro mencapai puncak popularitasnya dengan meraih berbagai penghargaan berkelas di Jepang, setaraf Emmy-nya Amerika. Bersamaan dengan itu, J-pop mulai menunjukkan pengaruh yang besar terhadap musik dan budaya di Jepang dan dunia internasional. Kebanyakan dari artis pop pada zaman itu memiliki gaya yang sama, yaitu Euracian Dance Style.

Tapi, mulai 1996 sampai 1998, gaya dance dan irama beat mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, gaya musik pop mulai mendominasi dunia musik Jepang dengan pelopornya seperti Da Pump, Kinki Kids, Every Little Thing, Max dan Speed. Gaya pop baru ini mengurangi penggunaan irama techno, dance, dan beat. Lalu tahun 1998 Kiroro memulai debutnya dengan gaya pop baru yang lebih segar dan berbeda, yaitu dengan gaya musik ballad yang didominasi permainan piano sebagai instrumen utama.

Masih ingat Utada Hikaru? Utada memulai debutnya pada tahun 1999 dengan gaya hip-hop yang sangat mirip atau bahkan bisa dibilang sama dengan gaya hip-hop Amerika. Tak heran, Utada memang lahir dan dibesarkan di Amerika sana. Pada tahun yang sama group musik beraliran Hip-Hop, Dragon Ash muncul. Musik mereka tak tertandingi, meskipun sangat serupa dengan rap gaya Amerika.

Sisi rock dari J-pop pun mengalami berbagai perubahan beberapa tahun belakangan ini, meskipun perubahannya tidak signifikan. Pada pertengahan 90-an rock band seperti Mr. Childern dan B’z sangat populer. Namun musik yang mereka bawakan tidak sekeras musik yang dibawakan band J-rock yang saat ini sangat dikenal, seperti Glay, Larc En Ciel, dan Hide. Musik Hide sangat tidak biasa. Dengan bahasa dan tema yang tegas, ia memiliki gaya yang benar-benar berbeda.

Meskipun kariernya tidak panjang karena kasus bunuh diri yang dilakukannya, namanya masih sangat populer di kalangan rockers Jepang dan masih menjadi sumber inspirasi. Sedangkan Glay memiliki gaya yang hampir sama dengan Mr. Childern. Namun beberapa tahun belakangan ini mereka mengubah penampilannya dengan membawakan jenis rock yang lebih keras. Begitu juga dengan Larc En Ciel, band J-rock yang cukup dikenal di Indonesia.

Saat ini, artis J-pop dan J-rock yang mengeluarkan album di Indonesia masih bisa dihitung jari. Utada Hikaru mungkin adalah artis pertama yang mengeluarkan albumnya di Indonesia. Baru disusul dengan The Gospeller, Larc En Ciel, Ayumi Hamasaki, Misia, Hitomi, Ken Hirai. Sisanya merupakan artis-artis J-pop yang CD albumnya diimpor dan beredar di toko kaset tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit.

Banyak juga artis J-pop yang sudah dikenal di Indonesia tapi belum pernah mengeluarkan albumnya di sini. Seperti Do As Infinity, The Briliant Green, Gackt, personel Larc En Ciel yang bersolo seperti Tetsu 69, Chemistry, dan masih banyak lagi.

Musik di Jepang telah mengalami berbagai tahap evolusi. J-pop mengalami lebih banyak perubahan dalam 6 tahun belakangan ini dibandingkan dengan seluruh sejarah terciptanya J-pop. Rahasia dari kesuksesan J-pop adalah dengan terus mengikuti arus trend musik di dunia
Diposkan oleh ILMU KOMPUTER di 08:54
0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog

▼ 2009 (4)
▼ Januari (4)
Sejarah j-pop
Sejarah JAPANESE ROCKS
SEJARAH VISUAL KEI
Sejarah Harajuku

Mengenai Saya

ILMU KOMPUTER

Lihat profil lengkapku

sumber:http://about-japanese.blogspot.com/2009/01/j-pop.html

youkai & picture

rycco gustian

Anime Myspace Comments
welcome
welcome to my blog
salju
piala
[Click to get more.]
Widget Animasi
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

▼ 2012 (1)
▼ Januari (1)
Youkai dalam Mitos Jepang

Mengenai Saya
Foto Saya

rycco gustian

Lihat profil lengkapku
Pengikut

Beranda

Blogroll
Popular Posts

Youkai dalam Mitos Jepang
Youkai dalam Mitos Jepang Hantu-Hantu dan Mahluk Mitos Jepang Makhluk Halus di Jepang umumnya disebut dengan YOUKAI....

Template by:
Free Blog Templates
Selasa, 03 Januari 2012
Youkai dalam Mitos Jepang
Youkai dalam Mitos Jepang
Hantu-Hantu dan Mahluk Mitos Jepang

Makhluk Halus di Jepang umumnya disebut dengan YOUKAI. YOUKAI bisa berarti setan (Oni), Hantu (Obake), dan ROh (Yuurei) banyak! Pokoknya macemnya banyak. Biar gampang sebutan globalnya ya Youkai tadi.
Di Jepang memang terkenal sebagai negara yang banyak makhluk gaibnya dan sebagian besar makhluk - makhluk gaib itu tadi banyak yang sudah menjadi semacam Mitos dan Legenda tersendiri bagi orang Jepang.





Oni (setan)
adalah sejenis makhluk jahat dengan kekuatan besar yang datang dari neraka untuk mengganggu kehidupan manusia di muka bumi. Oni dalam cerita tersebut digambarkan seperti Oni dalam legenda dan cerita rakyat Jepang, yaitu sebagai makhluk berwajah menyeramkan dengan gigi taring mencuat, bertanduk dan berkulit merah. Oni yang digambarkan setara dengan iblis dan setan-setan khas Eropa. Mereka memiliki kekuatan supranatural yang mampu menghancurkan manusia.

Kitsune
adalah sebutan untuk binatang rubah dalam bahasa Jepang. Dalam cerita rakyat Jepang, rubah sering ditampilkan dalam berbagai cerita sebagai makhluk cerdas dengan kemampuan sihirnya yang semakin sempurna sejalan dengan semakin bijak dan semakin tua rubah tersebut. Selain itu, rubah mampu berubah bentuk menjadi manusia. Dalam legenda, rubah sering diceritakan sebagai penjaga yang setia, teman, kekasih, atau istri, walaupun sering terdapat kisah rubah menipu manusia. Dalam kepercayaan Shinto, kitsune disebut Inari yang bertugas sebagai pembawa pesan dari Kami (Dewa). Sebagian orang memberi persembahan untuk kitsune karena dianggap memiliki kekuatan gaib.


Kuchisake-onna (Wanita Bermulut Lebar)
merupakan salah satu legenda terkenal dari Jepang. Sesuai dengan namanya, makhluk ini berwujud wanita dengan mulut yang lebar, ujung bibirnya mencapai telinga. Konon wanita tersebut merupakan korban dari operasi gigi yang gagal, sehingga mulutnya robek dan giginya terlihat menyeringai dengan seram. Karena marah, wanita itu membunuh dokter yang mengoperasinya, setelah itu kabur sambil menutup mulutnya dengan kain. Kemudian wanita itu bergentayangan dan berubah menjadi siluman. Di jalan yang sepi, wanita tersebut sering bertanya kepada anak-anak yang berpapasan dengannya, apakah ia cantik atau tidak. Beberapa mitos mengatakan bahwa bila mengatakan cantik, maka nyawa anak itu selamat, sedangkan bila menjawab jelek maka akan dibunuh.






Okiku
Ada sebuah sumur yang dihuni oleh hantu Okiku di kastil Himeji, Kobe. Konon katanya Okiku adalah pelayan yang sangat setia pada tuannya dan diam-diam mencintainya. Jasa besar Okiku yang berhasil menggagalkan rencana pembunuhan terhadap tuannya, ternyata berujung maut. Prajurit yang rencananya gagal ini berniat membalas dendam pada Okiku.

Saat itu salah satu tugas Okiku adalah merawat 10 buah piring berharga kesayangan tuannya. Prajurit yang sakit hati itu lalu mencuri sebuah piring untuk memfitnah Okiku sebagai pencuri. Sayang, Sang Tuan yang dia puja-puja percaya bahwa Okiku lah yang mencuri. Dia lalu disiksa kemudian dicelupkan dalam sebuah sumur.
Sejak saat itu, setiap dini hari terdengar suara isak tangis dan suara menghitung dari dalam sumur tersebut. Suara menghitung itu hanya sampai ke hitungan sembilan saja, kemudian berubah menjadi lengkingan tangis yang mengerikan, karena dia nggak berhasil menemukan piring ke-10.



座敷童子 (Zashiki Warashi)
Zashiki Warashi adalah hantu yang berwujud anak-anak yang seringkali nakal daripada membahayakan. Hantu ini bisa juga disebut Zashiki-bokko. Zashiki bisa diartikan sebagai penutup lantai rumah atau tatami sedangkan Warashi adalah hantu anak-anak. Penampakan Zashiki Warashi adalah seperti anak kecil yang berusia sekitar 5 atau 6 tahun. Berambut cepak dan berwajah merah. Apabila di Indonesia hantu seperti ini disebut tuyul. Biasanya hantu anak-anak ini berkeliaran di sekitar rumah dan hantu ini mencari perhatian dengan cara yang bermacam-macam, seperti meninggalkan jejak kaki di lantai, membunyikan musik di ruang tamu atau tiba-tiba duduk di atas futon. Hantu ini paling senang menampakkan diri pada anak kecil.





Kesaran Pasaran
adalah makhluk yang konon dapat memberikan keberuntungan pada pemiliknya wujudnya seperti gumpalan bulu berbentuk bola. Ukurannya kecil, kurang lebih sebesar bola pingpong. Legenda mengatakan bahwa Kesaran Pasaran adalah bulu sayap malaikat yang jatuh ke bumi.








Bijuu(尾獣)
adalah makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah Jepang. Kekuatan chakra/stamina mereka diklasifikasikan melalui banyaknya jumlah ekor mereka.
Para bijuu ini hanyalah mitos yang ada di Jepang. Kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Para bijuu ini juga ada mahluk yang setengah dewa maupun peliharaan dewa. (Raijuu dulunya adalah dewa sebelum kekuatan kegelapan Yamata no Orochi membuatnya menjadi monster. Nekomata juga adalah peliharaan dewa kematian)
Anime yang ada Bijuu ini kaya : Naruto, trus di Nube juga ada




Kappa
adalah makhluk legenda; suatu jenis peri air yang ditemukan dalam cerita rakyat Jepang. Kebanyakan gambaran memperlihatkan kappa sebagai humanoid seukuran anak, menyerupai monyet atau kodok daripada manusia. Beberapa keterangan menyatakan wajah mereka seperti kera, sementara yang lain memperlihatkan mereka dengan paras berparuh yang lebih mirip kura-kura atau bebek. anak-anak kecil adalah salah satu makanan favorit kappa yang rakus, meski mereka juga akan memakan yang dewasa juga. Mereka memakan korban-korban malang ini dengan menyedot keluat shirikodama (尻子玉) (atau usus, darah, liver, atau “daya hidup,” bergantung pada legendanya) melalui anus. Bahkan sekarang, tanda-tanda bahaya tentang kappa yang muncul dengan tubuh air di beberapa kota dan desa Jepang.




Nekomata
Nekomata adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, dipercaya sebagai sebuah metamorfosis dari kucing peliharaan. Ia berasal dari Hutan Kematian di utara Hokkaido dan konon pertama kali ditemukan di Hutan Iblis Hokkaido, ia berasal dari Hutan Kematian (berbeda dengan hutan iblis) di utara Hokkaido. Bentuknya berupa monster kucing hitam raksasa.





Tengu
Tengu adalah makhluk dalam legenda Jepang. Salah satu Kami penunggu gunung, atau youkai yang erat hubungannya dengan burung elang atau gagak. Pakaiannya mirip dengan pakaian pendeta yamabushi yang menempa diri di hutan dan gunung. Tengu memiliki hidung yang panjang, wajahnya merah, memiliki sepasang sayap, serta kuku kaki dan tangan yang sangat panjang. Tengu bisa terbang bebas di angkasa sambil membawa tongkat yang disebut kongōzue, pedang besar (tachi), dan kipas berbentuk daun (hauchiwa). Pekerjaannya menghalangi orang yang ingin mendalami agama Buddha. Nama lainnya adalah Gehō-sama (外法様 tuan sihir).
Di Manga Shanou Yoshitsune muncul ni.






Tsuchinoko (ツチノコ)
Adalah hewan yang dilaporkan ada di Jepang tapi belum pernah bisa dibuktikan (cryptid). Bentuknya seperti ular namun berperut gendut mirip botol atau pin boling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Hewan ini dilaporkan pernah "dilihat" saksi mata di berbagai tempat di Jepang, kecuali di Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu. Hingga kini, tsuchinoko belum pernah berhasil ditangkap orang karena saksi mata menjadi takut, atau hewan ini lebih dulu melarikan diri. Beberapa pemerintah daerah di Jepang menawarkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi orang yang berhasil menangkap tsuchinoko. Hadiah uang sebesar 100 juta yen pernah ditawarkan kota Itoigawa, Prefektur Niigata.
Kemungkinan besar, orang hanya salah melihat saja. Perut ular yang baru saja menelan mangsa berukuran besar akan membesar seperti sosok tsuchinoko yang dilaporkan saksi mata. Selain itu, tsuchinoko mirip dengan kadal genus Tiliqua yang masuk ke Jepang sebagai hewan peliharaan sejak sekitar tahun 1970-an. Kadal tersebut memiliki kaki yang kecil dan hampir tidak terlihat, sehingga di tengah kerimbunan dapat disangka sebagai tsuchinoko

Kodama
Youkai pohon yang berbentuk seperti manusia. Kodama akan membalas dendam pada manusia jika ada manusia yang menebang pohon sembarangan dengan tidak bertanggungjawab. Kodama termasuk hantu yang baik. Mereka kabarnya juga suka berbagi pengetahuan dan kebajikan dengan orang yang yang bisa berkomunikasi dengan mereka.






Amikiri
Kebanyakan Youkai jenis ini tinggal di bawah air. Berwajah menyeramkan dan kadang-kadang menyerang manusia. Amikiri bisa hidup di darat dan merubah wujudnya menjadi manusia. Amikiri jadi teman baik manusia jika manusia tersebut menghargai alam sekitarnya.











Kasa obake
Hantu payung yang digambarkan sebagai payung bermata satu dan lidahnya terjulur. Penopangnya adalah satu kaki (gagang payung) yang memakai sandal kayu. Hantu ini suka beterbangan saat hujan turun, dan kabarnya suka bermaindengan anak kecil.
Hal yang aneh tentang Kasa-obake adalah bahwa mereka mempunyai nama mereka sendiri, hanya untuk memisahkan mereka dari Tsukumogami lain. Memang benar, Kasa-obake adalah nama setang payung.






Yuki Ona (yukime)
Youkai berwujud wanita cantik yang muncul di daerah pegunungan bersalju. Suka muncul di hadapan lelaki2 muda, dan menggoda agar lelaki tersebut mau menciumnya. Ciumannya akan membuat orang menjadi balok es.












Sunakake Babaa
Youkai aneh yang kabarnya suka melempar pasir ke orang dan akan membuat orang tersebut kehilangan penglihatan. Setelah itu, dia akan tertawa lalu menghilang *jiak ,mausia juga ada nyang bgini XD*
















Norikabe
Bikin orang2 jadi tersesat.







Heikegani
Alasan mengapa Heikegani ada di daftar ini adalah karena mereka benar-benar ada. Kepiting Heikegani adalah salah satu spesies artropoda asli Jepang. Asalnya, mitos Jepang menyatakan bahwa kepiting ini menanggung wajah Heike samurai yang tewas dalam pertempuran Dan-no-ura, dan memang tubuh kepiting ini mirip wajah manusia. Carl Saham mengatakan, di masa lalu, orang-orang Jepang hanya memakan kepiting Heikegani yang tidak mirip wajah samurai agar mereka bisa selamat dan mendapat keturunan. Dewasa ini, kebanyakan kepiting ini memiliki tubuh yang menyerupai wajah manusia (meski hanya berdiameter 1 atau 2 inci). Kepiting ini jarang dimakan.

Nuppeppo
Tidak banyak informasi tentang Nuppeppo. Nuppeppo adalah setan gumpalan daging manusia. Mereka berjalan dengan tangan dan sering ditemukan di kuburan atau kuil kosong tengah malam. Dari mana mereka datang? Mengapa mereka hidup? Apa bau mereka menyengat? Mengapa kebanyakan gambar mereka terlihat lucu? Kami tidak memiliki banyak informasi tentang pakan ternak film horor ini.






Makura-gaeshi
Yang unik dari cerita rakyat Jepang adalah karena makhluk-makhluknya yang suka melakukan hal-hal aneh. Makura-gaeshi adalah roh jahil yang terkenal suka menggeser bantal saat orang tidur. Beberapa sumber mengatakan mereka juga suka menaburkan pasir di mata manusia dan mencuri jiwa, tapi yang paling dikenal dari kejahilan hantu ini adalah suka menggeser bantal. Tidak ada cerita yang menjelaskan seberapa jauh bantal dipindahkan, beberapa sumber menceritakan mereka hanya menjatuhkan bantal tersebut saat pemiliknya tertidur pulas.




Mokumokuren
Mokumokuren juga salah satu dari setan Jepang yang suka melakukan hal aneh. Di zaman Jepang kuno, pintu geser terbuat dari kertas biasa. Tentunya kertas tersebut bisa berlubang dan sobek. Mokumokuren adalah roh yang mendiami kertas pintu geser yang berlubang. Jika pemilik pintu geser ceroboh dan kertasnya banyak lubang, banyak pula Mokumokuren yang mengintip lewat lubang tersebut. Memang hal ini agak menakutkan. Satu-satunya cara untuk menyingkirkan Mokumokuren adalah memperbaiki lubang-lubang pintu.





Konak jiji
adalah makhluk kecil yang jahat. Hantu ini berbentuk bayi dan bersembunyi di daerah pegunungan terpencil menunggu pejalan kaki lewat. Ketika korban sudah di depan mata, Konak jiji mulai menangis, dan pejalan kaki yang punya hati tentu akan mencari dan menghentikan tangisan bayi dengan menghiburnya. Padahal itu adalah kesalahan besar. Saat Konak jiji diangkat, beratnya akan bertambah tak tertahankan. Beberapa sumber mengatakan mereka bisa tumbuh hingga 350 kilogram, cukup untuk membuat kerusakan serius bagi siapa yang mengangkatnya. Terkadang si korban tidak bisa menjatuhkan Konak jiji karena lumpuh. Namun, jika ada yang bisa bertahan dengan berat Konak jiji, hal itu akan memberikan kekuatan gaib.



Akaname
dapat diartikan sebagai ‘penjilat kotoran’, dan itu tidak salah. Akaname adalah jenis hantu Jepang mengeriikan yang menjilat kamar mandi kotor dengan bantuan lidah dan air liur beracun. Hal ini diyakini merupakan cara orang tua agar anak-anaknya menjaga kebersihan kamar mandi







Ittan momen
tampak cukup berbahaya walaupun hanya sepotong kain putih sepanjang 33 kaki. Kebiasaannya terbang beas di malam hari, agak aneh, tapi tidak terlalu menakutkan. Makhluk ini memang tidak menakutkan, sampai mereka melakukan kejahatan mereka. Mereka membungkus kepala orang dan meremukkan tengkoraknya sampai mati. Walau begitu, Ittan momen senang jika mendapatkan kepercayaan dari orang-orang untuk dikenakan. Hal itu masih menjadi misteri.



Shirme
adalah sebutan untuk laki-laki yang matanya di anus. Tidak banyak informasi tentangnya sekarang ini. Kenyataannya, hanya ada satu kisah tercatat tentang Shirme, dan kisah ini sangat disukai pembuat pengarang cerita dan artis Jepang Yosa Buson yang ada di dalam lukisannya. Cerita tentang Shirme itu mengisahkan tentang seorang samurai yang sedang berjalan sendiri di malah hari ketika seseorang memanggilnya. Ia berpaling dan melihat seorang laki-laki misterius membuka baju dan menunjukkan bokongnya dan mata berkilauan muncul dari situ. Samurai itu ketakutan dan melarikan diri. Sejak itu Shirme tidak pernah terlihat lagi.
Diposkan oleh rycco gustian di 05:10
0 komentar:

Poskan Komentar

Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Social Networker
Blog Archive

▼ 2012 (1)
▼ Januari (1)
Youkai dalam Mitos Jepang


tv


rycco gustian © 2008. Template by: SkinCorner



sumber:http://rycco-gustian.blogspot.com/2012/01/youkai-dalam-mitos-jepang.html
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

like 1

http://imageshack.us/photo/my-images/85/aku1o.jpg/